Terkini
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia
Kreen Media
Pageant News

Mengenal Sejarah Abang None Jakarta: Dari Mana Tradisi Duta Ibu Kota Ini Bermula?

K
Kreen Media
21 April 2026 1 menit baca
Mengenal Sejarah Abang None Jakarta: Dari Mana Tradisi Duta Ibu Kota Ini Bermula?

 

Setiap tahun, saat Jakarta bersiap merayakan hari jadinya, satu nama selalu ikut disebut dengan penuh antusias: Abang None Jakarta. Ajang yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan HUT Kota Jakarta ini bukan sekadar kompetisi kecantikan dan ketampanan biasa. Ia adalah cerminan identitas, kebanggaan, dan semangat pelestarian budaya Betawi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Tapi pernahkah kamu bertanya dari mana sebenarnya tradisi ini bermula? Siapa yang pertama kali menggagasnya, dan bagaimana ia bertumbuh menjadi ajang sebesar sekarang?

Digagas Sejak 1968: Ide Seorang Pria Bernama H. Umar Ismail

Melansir dari senibudayabetawi.com, jauh sebelum Abang None Jakarta menjadi ajang bergengsi seperti yang kita kenal hari ini, semuanya berawal dari sebuah gagasan sederhana namun penuh visi. Adalah H. Umar Ismail yang pertama kali mencetuskan ide ini pada Juni 1968 sebuah inisiatif yang kemudian disambut dan dikembangkan bersama Badan Pengembangan Pariwisata (Bapparda) DKI Jakarta, yang kini dikenal sebagai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Konsep awalnya pun jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan, ajang ini hanya mencari None tanpa Abang. Perhelatan perdana digelar bersamaan dengan HUT Jakarta ke-441 pada 22 Juni 1968, bertempat di Micara Sky Club, Sarinah. Dari 36 peserta yang ikut serta, satu nama akhirnya terpilih sebagai None Jakarta pertama dalam sejarah: Riziani Malik.

Sebuah momen kecil yang kelak menorehkan jejak panjang dalam sejarah budaya ibu kota.

Dari None Saja, Menjadi Abang dan None

Babak berikutnya datang ketika Gubernur DKI Jakarta H. Ali Sadikin turun tangan. Melihat potensi besar dari ajang ini, Ali Sadikin meminta Kepala Bapparda DKI, H. Wim Bahar Tamasoa, untuk memperluas cakupan pemilihan tidak hanya None, tetapi juga Abang. Jadilah ajang ini berkembang menjadi kompetisi berpasangan yang merepresentasikan dua wajah Jakarta secara lebih utuh.

Tidak berhenti di situ, Ali Sadikin juga mendorong agar pemilihan dilakukan secara berjenjang dimulai dari tingkat kota, naik ke tingkat yang lebih tinggi. Sistem seleksi berlapis ini dirancang untuk memastikan bahwa hanya yang benar-benar terbaik yang berhak membawa nama Jakarta.

Makna di Balik Kata "Abang" dan "None"

Dua kata yang kini sudah sangat akrab di telinga warga Jakarta ini sebenarnya berakar dalam dari bahasa Betawi sehari-hari. "Abang" adalah panggilan untuk laki-laki yang lebih tua, sementara "None" digunakan untuk menyebut perempuan yang lebih tua.

Yang menarik, hingga kini masih ada pertanyaan yang belum terjawab secara resmi, mengapa "None" yang dipilih, bukan "Mpok" — sebutan yang justru lebih lekat dan khas dalam budaya Betawi? Ini menjadi salah satu celah sejarah yang membuat asal-usul Abang None Jakarta semakin menarik untuk ditelusuri.

Busana Resmi: Identitas yang Dikenakan di Setiap Tugas

Tak lengkap membahas Abang None Jakarta tanpa menyinggung pakaian resminya sebuah elemen yang bukan sekadar estetika, melainkan pernyataan identitas budaya yang kuat.

Ali Sadikin sendiri yang menetapkan busana resmi ini, yaitu baju sadariah dan kebaya encim sebagai pakaian khas yang mencerminkan akar Betawi dari ajang ini. Sementara untuk tugas-tugas resmi, para pemenang mengenakan Jas Panjang Abang dan Kebaya Panjang None sebagai baju kebesaran pakaian yang langsung memancarkan keanggunan sekaligus kedalaman budaya Betawi setiap kali dikenakan di hadapan publik.

Lebih dari Sekadar Mahkota

Lebih dari lima dekade sejak pertama kali digelar, Abang None Jakarta terus bertumbuh dan beradaptasi dengan zamannya. Pada 2023, ajang ini melahirkan pemenang Eckel Athana dan Lady Sarah sepasang wajah muda yang diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi motor aktif promosi budaya Betawi di era digital.

Inilah yang membedakan Abang None Jakarta dari ajang serupa, ia bukan sekadar gelar yang dikenakan satu malam lalu dilupakan. Ia adalah mandat untuk hadir, bergerak, dan memastikan bahwa budaya Betawi terus relevan di tengah arus modernisasi yang deras.

Dari sebuah malam di Sarinah pada 1968, hingga panggung-panggung megah hari ini perjalanan Abang None Jakarta adalah perjalanan Jakarta itu sendiri, terus bergerak maju, tanpa pernah melupakan dari mana ia berasal.

Yuk ikuti terus perkembangan paling up to date seputar pageant Indonesia dan internasional hanya di sini

https://media.kreenconnect.com/kategori/pageant 

Topik
Sejarah Abang None Jakarta asal usul Abang None Jakarta Abang None Jakarta 2026 duta pariwisata Jakarta budaya Betawi None Jakarta 1968 Ali Sadikin kebaya encim baju sadariah pageant Indonesi