Khalimatus Sadiyah dan Fredy Setiawan Raih Perak ASEAN Para Games 2025
Khalimatus Sadiyah dan Fredy Setiawan menambah medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025. Pasangan tersebut meraih medali perak dari nomor ganda campuran SL3-SU5 setelah harus berhadapan dengan sesama wakil Indonesia di partai final.
ASEAN Para Games 2025 sendiri berlangsung di Thailand pada Januari 2026. Di nomor para badminton, Indonesia tampil dominan dengan sejumlah final yang mempertemukan sesama pemain Merah Putih.
Salah satunya terjadi pada nomor ganda campuran SL3-SU5. Khalimatus Sadiyah/Fredy Setiawan bertemu pasangan Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila dalam perebutan medali emas. Pertandingan tersebut akhirnya dimenangi Hikmat/Ratri dengan skor 21-7, 21-4.
Meski harus puas dengan perak, perjalanan Khalimatus dan Fredy menuju final menjadi bagian dari catatan kuat para badminton Indonesia di Thailand.
Final Sesama Indonesia Jadi Bukti Ketatnya Persaingan
Medali perak Khalimatus Sadiyah dan Fredy Setiawan tidak datang dari pertandingan melawan wakil negara lain. Mereka justru harus berhadapan dengan pasangan Indonesia sendiri.
Kondisi tersebut memperlihatkan betapa ketatnya persaingan internal dalam skuad para badminton Indonesia. Ketika dua pasangan Merah Putih bertemu di final, Indonesia sudah memastikan satu medali emas dan satu perak dari nomor tersebut.
Sebelum partai final, Khalimatus/Fredy juga telah melewati fase persaingan di Grup B. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Thailand Chanida Srinavakul/Siripong Teamaprom pada semifinal dengan skor 17-21, 22-20, 21-6 untuk mengamankan tiket ke partai puncak.
Hasil tersebut membawa mereka ke final dan memastikan satu lagi podium untuk Indonesia.
Namun, lawan yang menunggu di partai puncak bukanlah pemain asing. Hikmat Ramdani dan Leani Ratri Oktila sudah lebih dulu memastikan tempat di final dari jalur Grup A.
Situasi ini membuat perebutan emas sekaligus menjadi pertarungan internal di antara para pemain terbaik Indonesia.
Khalimatus dan Fredy Bukan Pasangan Baru di Persaingan Internasional
Kombinasi Khalimatus Sadiyah dan Fredy Setiawan bukan pasangan yang baru muncul di ASEAN Para Games 2025.
Keduanya juga tampil sebagai pasangan ganda campuran SL3-SU5 pada sejumlah turnamen internasional sebelum berlaga di Thailand. Pada Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 di Solo, misalnya, Fredy/Khalimatus juga berhasil mencapai final di nomor yang sama dan meraih medali perak.
Mereka kembali harus menghadapi pasangan Indonesia, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, dalam perebutan gelar. Catatan tersebut menunjukkan bahwa duel antarpemain Indonesia bukan sekadar terjadi sekali di Thailand, tetapi menjadi bagian dari persaingan kompetitif di nomor ganda campuran.
Dengan demikian, perak ASEAN Para Games 2025 menjadi lanjutan dari perjalanan pasangan tersebut di turnamen internasional.
Khalimatus Tak Hanya Bertanding di Ganda Campuran
Kiprah Khalimatus Sadiyah di ASEAN Para Games 2025 juga tidak berhenti pada ganda campuran.
Atlet tersebut turun di beberapa nomor sekaligus. Selain menjadi pasangan Fredy di ganda campuran SL3-SU5, Khalimatus juga berkompetisi di nomor ganda putri dan tunggal putri.
Di ganda putri, ia berpasangan dengan Leani Ratri Oktila dan berhasil meraih medali emas melalui nomor ganda putri SL3-SU5. Sementara di tunggal putri SL4, Khalimatus mendapatkan medali perak setelah kembali bersaing dengan Leani Ratri.
Artinya, Khalimatus pulang dari Thailand dengan lebih dari satu medali.
Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan fleksibilitas atlet para badminton yang mampu menjalani pertandingan di beberapa nomor dalam satu turnamen.
Fredy Setiawan Juga Tampil di Nomor Tunggal
Hal serupa terjadi pada Fredy Setiawan.
Selain berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah di nomor ganda campuran SL3-SU5, Fredy juga turun di nomor tunggal putra SL4. Bahkan, ia berhasil mencapai final dan berhadapan dengan rekan senegaranya, Hikmat Ramdani.
Hikmat akhirnya meraih emas, sedangkan Fredy membawa pulang perak. Dengan demikian, Fredy mencatatkan dua medali perak dari ASEAN Para Games 2025, masing-masing dari ganda campuran bersama Khalimatus dan tunggal putra SL4.
Kondisi ini membuat perjalanan Fredy di Thailand cukup padat. Ia harus menjaga performa ketika tampil sebagai pemain tunggal sekaligus membangun chemistry bersama Khalimatus di nomor ganda campuran.
Indonesia Punya Banyak Pasangan Kompetitif
Perolehan medali Khalimatus Sadiyah/Fredy Setiawan juga tidak bisa dilepaskan dari performa keseluruhan tim para badminton Indonesia.
Sehari sebelum seluruh pertandingan selesai, Indonesia sudah memenuhi target lima medali emas di cabang olahraga tersebut. Lima emas itu datang dari Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, Leani Ratri di ganda putri, Leani Ratri/Khalimatus Sadiyah, Qonitah Ikhtiar Syakuroh, dan Warining Rahayu.
Sementara itu, beberapa nomor lain masih menghadirkan peluang tambahan bagi Indonesia.
Pelatih para badminton Indonesia Jarot Hernowo bahkan melihat peluang Indonesia menjadi juara umum cabang olahraga tersebut terbuka lebar. Salah satu faktornya adalah banyaknya pertandingan yang mempertemukan wakil Indonesia di babak akhir.
Fenomena tersebut terlihat jelas pada ASEAN Para Games 2025. Tidak hanya Khalimatus/Fredy yang menjalani final sesama Indonesia, tetapi juga terjadi pada nomor tunggal putra SL4 dan WH2.
Persaingan internal seperti ini menjadi gambaran bahwa Indonesia memiliki kedalaman pemain yang cukup kuat di berbagai klasifikasi.
Perak yang Tetap Penting bagi Khalimatus dan Fredy
Hasil akhir memang menempatkan Khalimatus Sadiyah dan Fredy Setiawan di posisi kedua. Namun, perjalanan menuju final menunjukkan bahwa keduanya tetap menjadi bagian penting dari persaingan para badminton Indonesia.
Khalimatus bahkan berhasil mengoleksi emas dan perak dari beberapa nomor yang diikutinya. Fredy juga membawa pulang dua medali perak dari tunggal putra dan ganda campuran.
Lebih dari sekadar hasil pertandingan, keberhasilan keduanya menembus final menunjukkan bahwa pasangan Indonesia mampu bersaing hingga tahap akhir kompetisi regional.
ASEAN Para Games 2025 pun kembali memperlihatkan satu hal menarik dari para badminton Indonesia: untuk menjadi juara, para atlet tidak hanya harus melewati lawan dari negara lain, tetapi terkadang juga harus menghadapi rekan sendiri.
Bagi Khalimatus Sadiyah dan Fredy Setiawan, medali perak dari ganda campuran SL3-SU5 menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Mereka mungkin tidak membawa pulang emas dari nomor ini, tetapi berhasil memastikan Indonesia kembali menempati podium melalui sebuah final yang seluruh pesertanya berasal dari Merah Putih.
Baca Juga
Wiwin Andri Raih Perak ASEAN Para Games 2025
Profil Kota Nagoya Tuan Rumah Asian Para Games 2026: Kesiapan Infrastruktur & Daya Tarik
Fredy Setiawan Raih Perak ASEAN Para Games 2025, Final Lagi-lagi Sesama Indonesia