Joheirry Mola Bertemu Presiden Dominika, Terima Penghargaan Usai Bawa Pulang Mahkota Miss World
Kepulangan Joheirry Mola ke Republik Dominika setelah memenangkan Miss World 2026 belum berhenti pada sambutan meriah dari masyarakat. Dalam rangkaian homecoming-nya, Joheirry mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Republik Dominika Luis Abinader di Istana Nasional di Santo Domingo.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2026 tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kepulangan Joheirry. Ia tidak hanya hadir sebagai pemenang ajang kecantikan internasional, tetapi juga menerima penghargaan dari pemerintah atas pencapaian yang dianggap bersejarah bagi negaranya.
Presiden Luis Abinader menyambut Miss World 2026 bersama Wakil Presiden Raquel Peña. Dalam kesempatan tersebut, Joheirry menerima Presidential Medal of Civil Merit sebagai bentuk pengakuan atas prestasi, komitmen sosial, serta kiprahnya membawa nama Republik Dominika ke panggung internasional.
Joheirry Mola Disambut di Istana Nasional
Joheirry tiba di Palacio Nacional de la República Dominicana dengan mengenakan busana putih yang dipadukan dengan mahkota dan selempang Miss World. Penampilan tersebut menjadi bagian dari momen simbolis karena untuk pertama kalinya ia menjalani agenda resmi di negaranya setelah dinobatkan sebagai Miss World 2026.
Presiden Luis Abinader memberikan ucapan selamat atas kemenangan Joheirry yang diraih pada malam final di Nha Trang, Vietnam, 5 September 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Raquel Peña. Kehadiran jajaran pemerintah memperlihatkan bagaimana kemenangan Joheirry mendapat perhatian di tingkat kenegaraan, bukan hanya dari komunitas pageant dan masyarakat umum.
Bagi Joheirry, penghargaan tersebut datang hanya beberapa minggu setelah dirinya memenangkan mahkota Miss World. Ia dinobatkan sebagai pemenang setelah melewati rangkaian kompetisi bersama lebih dari 100 delegasi dari berbagai negara.
Momen Ini Punya Makna Lebih dari Sekadar Gelar Pageant
Pertemuan Joheirry Mola dengan Presiden Republik Dominika menjadi bagian dari cerita lebih besar tentang kepulangan sang ratu kecantikan ke tanah kelahirannya.
Joheirry tiba di Republik Dominika pada 26 September 2026, tepat tiga minggu setelah dirinya memenangkan mahkota Miss World. Ratusan orang menyambut kedatangannya di Las Américas International Airport di Santo Domingo.
Kepulangan tersebut kemudian berlanjut dengan sejumlah agenda resmi, termasuk kunjungan ke sekolah tempat Joheirry mengajar, pertemuan dengan masyarakat, hingga bertemu dengan tokoh-tokoh penting di negaranya.
Dengan demikian, pertemuan bersama Presiden Luis Abinader menjadi salah satu puncak dari rangkaian homecoming tersebut.
Joheirry bukan hanya membawa mahkota. Ia juga membawa kembali sebuah gelar yang terakhir kali dimiliki perempuan Republik Dominika 44 tahun sebelumnya.
Mahkota Miss World Kembali Setelah 44 Tahun
Kemenangan Joheirry Mola di Miss World 2026 memiliki catatan sejarah tersendiri bagi Republik Dominika.
Sebelum Joheirry, Mariasela Álvarez menjadi perempuan pertama dari Republik Dominika yang memenangkan Miss World pada 1982. Setelah 44 tahun, Joheirry kembali membawa mahkota tersebut ke negaranya.
Karena itu, pemerintah Republik Dominika tidak hanya melihat kemenangan Joheirry sebagai pencapaian pribadi. Gelar tersebut menjadi bagian dari kebanggaan nasional.
Menariknya, rangkaian homecoming Joheirry juga mempertemukannya dengan Mariasela. Dua perempuan yang pernah mengenakan mahkota Miss World untuk Republik Dominika itu akhirnya bertemu setelah terpaut lebih dari empat dekade.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu momen simbolis dalam perjalanan Joheirry sebagai Miss World kedua dari negaranya.
Mendapat Presidential Medal of Civil Merit
Salah satu bagian paling penting dalam pertemuan Joheirry dan Presiden Luis Abinader adalah pemberian Presidential Medal of Civil Merit.
Menurut Miss World Organization, penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi kemenangan Joheirry sekaligus rekam jejaknya dalam kegiatan sosial dan komitmennya terhadap negaranya.
Joheirry sendiri dikenal bukan hanya sebagai model dan pemegang gelar kecantikan. Ia memiliki latar belakang sebagai pendidik dan komunikator.
Sebelum menyandang gelar Miss World, Joheirry menjalani aktivitas mengajar bahasa Inggris, sejarah, dan sastra kepada anak-anak. Ia juga memiliki perhatian pada pendidikan dan kesempatan belajar bagi generasi muda.
Salah satu aktivitas yang menjadi bagian dari kiprahnya adalah komitmen untuk membantu anak-anak mendapatkan akses terhadap pendidikan bahasa Inggris. Pesan tersebut sejalan dengan citra yang dibawa Joheirry selama perjalanan Miss World, yakni pendidikan, pelayanan, dan penggunaan platform untuk memberikan dampak kepada masyarakat.
Dari Ruang Kelas hingga Istana Presiden
Menariknya, rangkaian homecoming Joheirry memperlihatkan dua sisi kehidupannya yang berbeda.
Di satu sisi, ia kini menjadi perempuan yang mengenakan mahkota Miss World dan bertemu kepala negara. Di sisi lain, ia tetap kembali ke sekolah tempat dirinya dikenal sebagai “Miss Mola” oleh para murid.
Pada 28 September, lebih dari 600 siswa menyambut kepulangannya ke LAM School. Anak-anak tersebut menyiapkan pertunjukan dan memberikan surat untuk guru mereka.
Momen tersebut menjadi kontras dengan pertemuannya di Istana Nasional sehari kemudian. Jika di sekolah ia kembali sebagai guru yang dicintai murid-muridnya, di Istana Nasional Joheirry hadir sebagai Miss World 2026 yang mendapat penghormatan resmi dari pemerintah.
Dua momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan Joheirry tidak hanya dibangun dari panggung pageant. Sebelum mahkota berada di kepalanya, ia telah memiliki aktivitas sebagai pendidik dan komunikator.
Pemerintah Berharap Joheirry Jadi Inspirasi Perempuan Dominika
Pertemuan dengan Presiden Luis Abinader juga memperkuat posisi Joheirry sebagai salah satu figur yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perempuan di Republik Dominika.
IDN Times mencatat pemerintah memberikan apresiasi atas prestasi Joheirry dan berharap dirinya dapat menjadi teladan bagi perempuan di negaranya untuk berani memiliki mimpi besar.
Pesan tersebut menjadi relevan mengingat kemenangan Joheirry datang setelah penantian panjang. Republik Dominika harus menunggu 44 tahun untuk kembali memiliki Miss World.
Kini, Joheirry memiliki waktu satu tahun untuk menjalankan berbagai agenda sebagai pemegang gelar tersebut. Perannya tidak hanya berkaitan dengan acara seremonial, tetapi juga kegiatan sosial dan advokasi yang menjadi bagian dari platform Miss World.
Homecoming Joheirry Mola Belum Berakhir
Pertemuan dengan Presiden Republik Dominika menjadi salah satu agenda penting dalam homecoming Joheirry Mola, tetapi bukan akhir dari rangkaian kepulangannya.
Sejak tiba pada 26 September, berbagai kegiatan telah dijalani Joheirry, mulai dari sambutan di bandara, perayaan kemenangan bersama masyarakat, kembali ke sekolah, bertemu Mariasela Álvarez, hingga mendapat penghargaan dari pemerintah.
Kemenangan Miss World 2026 akhirnya memiliki makna yang lebih luas bagi Joheirry. Ia tidak hanya menjadi perempuan kedua dari Republik Dominika yang berhasil memenangkan mahkota tersebut, tetapi juga kembali ke negaranya dengan membawa cerita tentang pendidikan, pelayanan, dan identitas Dominika.
Pertemuan bersama Presiden Luis Abinader pun menjadi simbol dari perjalanan tersebut. Dari panggung internasional di Vietnam, Joheirry kini kembali ke negaranya dan mendapat penghormatan langsung di Istana Nasional.
Setelah 44 tahun menunggu, mahkota Miss World akhirnya kembali ke Republik Dominika. Kali ini, Joheirry Mola membawa pulang bukan hanya gelar, tetapi juga harapan untuk menjadikan satu tahun masa jabatannya sebagai ruang untuk terus menginspirasi.
Baca Juga
Deep Interview Miss Grand International 2026, Saat Finalis Diuji soal Kepribadian
Finalis Miss Global 2026 Jelajahi Khao Ngu Stone Park, Ada Angela Lillo
Miss Grand International 2027 Kembali ke Thailand, Rayakan 15 Tahun MGI