Terkini
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia
Kreen Media
Accomodations

Wisata Sejarah di Palembang Tak Ada Habisnya!

K
Kreen Media
24 December 2021 1 menit baca
Wisata Sejarah di Palembang Tak Ada Habisnya!

Apa yang SoDest pikirkan ketika mendengar Kota Palembang? Yap! Pempek, Jembatan Ampera, dan Sungai Musi. Tapi, apakah SoDest tahu kalau Kota Palembang juga disebut sebagai kota tertua di Indonesia, bahkan sejarahnya lebih tua dibandingkan Indonesia itu sendiri?

Palembang memang dikenal dengan keunggulannya dalam hal wisata budaya atau sejarah. Di mana, terdapat Kerajaan Sriwijaya yang menjadi penguasa maritim Nusantara dan Asia Tenggara sejak abad 7 hingga 12 Masehi. Selain itu, ditemukannya Prasasti Kedukan Bukit menjadi bukti bahwa Kota Palembang telah ada sejak 683 Masehi, dan sudah berumur 1338 tahun saat ini.

C:\\Users\\abraham\\Downloads\\prasasti-kedukan-bukit-prasasti-yang-ditemukan-di-kota-palembang.jpg

Di Kota Palembang ini, wisatawan masih dapat melihat sisa-sisa peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya, seperti bahasa Melayu yang sering digunakan di Keraton Sriwijaya, ada Niyur yang artinya kelapa, Vuluh artinya bambu, dan Rumvia artinya sagu, bahasa Melayu itulah yang juga sering dipakai pada masa sekarang ini. Kemudian, ada Bukit Siguntang yang merupakan tempat turunnya raja-raja Sriwijaya dan menjadi tempat ibadah pada masa itu. Di bukit tersebut, masih terdapat sisa pondasi bangunan kuno, patung Buddha di puncak, dan prasasti Siguntang yang wisatawan bisa lihat di Museum Bukit Siguntang.

Selain itu, ada Taman Wisata Kadatuan Sriwijaya yang letaknya di pulau buatan, di mana wisatawan bisa bermain dan belajar tentang sejarah Kerajaan Sriwijaya di museumnya. Lalu, ada Komplek Makam Ki Gede Ing Suro yang lokasinya dekat dengan penemuan Prasasti Telaga Batu, atau batu-batuan Hindu-Buddha. Makam ini pun dipergunakan ulang sebagai makan pendirian kerajaan Palembang.

Makam Ki Gede Ing Suro - South Sumatra Tourism

Selanjutnya, ada Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, yang menjadi bekas pelabuhan besar di masa Sriwijaya, di museum ini wisatawan bisa melihat peninggalan Kerajaan Sriwijaya, berupa peralatan rumah tangga dari tanah liat dan manik-manik. Kemudian, ada Rumah Panggung yang tiang-tiangnya ditemukan di sekitar Sungai Musi.

Dan Rumah Rakit yang dibangun di Atas Jalinan Bambu, yang berfungsi untuk membawa barang-barang komoditas dagang dari hutan atau kebun, atau juga bisa menjadi gudang komoditas, bahkan pernah menjadi penghalau penjajah Belanda yang ingin memasuki Palembang, dengan cara membakar Rumah Rakitnya. Rumah Rakit ini digunakan karena lebih cepat dibandingkan melalui jalur darat. Sekarang ini, Rumah Rakit pun masih bisa dilihat oleh wisatawan, namun berfungsi ulang sebagai toko atau warung.

Sudah Tau 3 Rumah Adat Palembang ini? - Di Palembang

Itulah wisata sejarah di Kota Palembang yang tak ada habisnya untuk kamu jelajahi, SoDest. Jadi, untuk SoDest yang ingin berwisata sejarah di kota ini, harus menjadwalkan banyak waktu ya, karena satu atau dua hari pun tidak akan cukup. Dan buat SoDest yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Kota Palembang, tunggu di artikel berikutnya ya. Karena akan ada fakta dan informasi menarik lainnya yang akan penulis jelaskan dari para narasumber webinar KREEN DESTINATION SERIES yang keren abis! Makanya, yuk buruan download aplikasi KREEN di Play Store sekarang juga, atau kamu bisa klik link di bawah ini …

https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kreen.android.app

Source:

Ir. H.KM Isnaini Madani, MT, M.Si, IAI. (Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang) dan Robby Sunata (Sahabat Cagar Budaya Palembang) dalam webinar Kreen Destination Series: Visit Ancient Heritages of Palembang.

sripowiki.tribunnews.com

southsumatratourism.com

dipalembang.com

travel.tempo.co

Topik
Wisata Sejarah Wisata Sejarah Palembang Wisata Palembang