Terkini
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia
Kreen Media
Attractions

Uniknya Tradisi Kawin Culik Suku Sasak di Desa Sade

K
Kreen Media
25 January 2022 1 menit baca
Uniknya Tradisi Kawin Culik Suku Sasak di Desa Sade

Pada artikel sebelumnya, kita sudah berkenalan dengan 3 suku besar di Nusa Tenggara Barat, yaitu Suku Sasak, Suku Mbojo, dan Suku Samawa. Maka di artikel ini, penulis akan memperkenalkan lebih dalam tentang tradisi unik Suku Sasak yang berada di Desa Sade.

Desa Sade adalah sebuah perkampungan tertua di Lombok selatan, yang merupakan wilayah dengan keaslian Suku Sasak yang masih sangat natural. Selain keunikan rumah adatnya, Suku Sasak juga memiliki tradisi pernikahan, di mana sebelum pernikahan berlangsung, calon pengantin perempuan akan diculik oleh calon pengantin laki-laki, atau disebut dengan kawin culik. Tradisi tersebut dilakukan untuk menunjukkan keseriusan dan tangggung jawab laki-laki yang ingin menikahi gadis pujaannya.

Calon Pengantin Diculik, Uniknya Adat Pernikahan Suku Sasak

Tradisi kawin culik ini juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti memari, merani, dan merari, yang pada dasarnya berarti “menculik” gadis yang disukai untuk dinikahi. Di mana, tradisi ini telah dilakukan oleh Suku Sasak selama 15 generasi sebagai bentuk serta adat dan budaya mereka sebelum menggelar sebuah pernikahan. 

Tradisi ini dimulai dengan kedua belah pihak, yaitu si laki-laki dan si perempuan yang akan membuat ‘perjanjian’ kapan proses penculikan akan dilaksanakan. Aksi penculikan pun hanya boleh dilakukan saat malam hari dan harus ditutup rapat-rapat kerahasiaannya, termasuk tidak boleh diketahui oleh orang tua dari pihak perempuan, atau hanya diketahui oleh si pasangan itu sendiri.

Perkawinan Adat Merarik Masyarakat Suku Sasak - Lokalisme

Ketika hari H, saat malam hari, sang gadis akan mencari cara supaya dapat keluar rumah, di mana sang pria akan menunggu di luar, kemudian menculiknya. Setelah berhasil, keduanya akan lari keluar desa dan bermalam di rumah saudara atau kerabat. Ketika berhasil menculik sang gadis, esok harinya pihak pria akan meminta keluarga atau kepala dusun untuk memberikan informasi ke keluarga wanita bahwa anaknya sudah diculik.

Jadi, apabila calon pengantin laki-laki tidak melakukan sesuai dengan prosedur adat dan budaya Suku Sasak tersebut, yaitu dengan “menculik” calon pengantin perempuan, maka keluarga si gadis justru akan  merasa tersinggung. Karena kesannya, anak mereka dianggap sebagai barang.

C:\\\\Users\\\\abraham\\\\Downloads\\\\kawin-culik-mahligai-indonesia.jpg

Si laki-laki juga tidak boleh datang untuk melamar anak gadis orang begitu saja. Karena jika hal tersebut dilakukan, si laki-laki akan jadi bahan gunjingan karena melanggar aturan adat, dan pastinya lamarannya jelas tidak mungkin diterima oleh keluarga si gadis. Mereka akan merasa direndahkan karena diperlakukan berbeda dari anak gadis lainnya.

Itulah tradisi unik adat pernikahan Suku Sasak di Desa Sade yang disebut dengan kawin culik. Tradisi ini pun masih turun-temurun dilakukan, karena adanya kawin culik merupakan sebuah kebanggaan bagi gadis-gadis di Suku Sasak. Gimana menurut SoDestKreen, ada yang ingin diculik atau menculik? Eitss, tapi diculik dan menculiknya dalam artian baik ya, SoDest, dan sebelum culik-menculik, yuk download aplikasi KREEN di Play Store, atau klik link di bawah ini yaaa …

https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kreen.android.app

Source:

mobillombok.com

lokalisme.id

ntb.idntimes.com

Topik
Tradisi Kawin Culik Tradisi Suku Sasak Tradisi di Desa Sade