Uniknya Rumah Panggung Khas Provinsi Lampung
Setiap daerah di Indonesia, pasti memiliki rumah adat yang berbeda dengan ciri khasnya masing-masing. Seperti halnya di Provinsi Lampung, yang diberi nama Nuwo Sesat. Dalam bahasa setempat, Nuwo berarti rumah atau tempat tinggal. Sedangkan Sesat, berarti bangunan musyawarah. Berdasarkan situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, Nuwo Sesat adalah balai pertemuan adat, tempat para rurwatin (penyeimbang) pada saat mengadakan pepung adat (musyawarah), atau disebut juga dengan Sesat Balai Agung.
Dengan arti tersebut, Nuwo Sesat berfungsi sebagai tempat pertemuan adat bagi para penyeimbang adat untuk musyawarah. Di mana, para pemangku adat dan mereka yang terlibat, bersama-sama menyelesaikan masalah serta mencari jalan keluar terbaik dengan prinsip kekeluargaan.
Rumah adat khas Provinsi Lampung ini dikatakan unik, karena Nuwo Sesat memiliki lambang garuda. Namun, lambang garuda tersebut bukan lambang dari negara Indonesia, tetapi sebagai lambang dari marga Lampung. Selain itu, Nuwo Sesat juga memiliki Jambat Agung yang merupakan istilah dari tangga menuju ke Rumah Sesat, di mana penggunaan tangga menuju rumah ini cukup banyak digunakan oleh bangunan modern, dan mampu memberikan kesan eksklusif dari sebuah rumah.
Lalu, hal uniknya lainnya adalah ada pada warna rumah adat Lampung yang bernama Nuwo Balak, di mana warnanya memiliki makna tersendiri, seperti warna putih untuk tingkat marga, warna kuning untuk tingkat kampung, dan warna merah untuk tingkat suku. Kemudian, jika fondasi rumah lain hanya berbentuk cakar ayam, maka berbeda halnya dengan fondasi rumah adat Lampung, yaitu batu dengan bentuk persegi. Sehingga, rumah ini akan menjadi bangunan kokoh dan akan bertahan selama bertahun-tahun.
Dan hal unik terakhir adalah salah satu rumah agung bernama Kedatun Keagungan, memiliki tangga berjumlah 19 anak tangga. Di mana, angka tersebut merupakan lambang dari kata Bismillahirahmanirahim. Namun, hanya Kedatun Keagungan-lah yang memiliki 19 anak tangga tersebut, karena Kedatun adalah istana adat yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Walaupun Nuwo Sesat ini berbentuk panggung, yang jika SoDestKreen juga pernah melihatnya di daerah lain. Namun, ada beberapa hal unik yang dapat SoDestKreen bedakan dari daerah lainnya. Untuk itu, mari kita rawat rumah adat ini agar tetap bertahan di tanah kelahirannya. SoDestKreen juga bisa men-download aplikasi Kreen di Play Store untuk mencari tahu tentang keunikan lainnya yang Indonesia punya, dengan mengikuti event menarik, seperti webinar secara gratis ataupun berbayar.
Source:
popbela.com
artikel.rumah123.com