Terkini
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026 Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026 Road to the Crown Dimulai! Miss Universe 2026 Resmi Umumkan Jadwal Final dan Rangkaian Agenda Utama Supramodel of the Year Miss Supranational 2026, Deretan Finalis Favorit Tampil Memukau Optik Melawai Vision Run 2026: Ajang Lari yang Mengajak Pelari Menatap Finish Line Lebih Jelas Kathrine Switzer: Wanita yang Mengubah Sejarah Lari Dunia Ksatria Fest 3.0 Satukan Tradisi dan Kreativitas Lewat Konsep TradiPop, Dukungan Publik Bersama Kreen Indonesia Voting Digital Terpercaya Grand Final Model Wisata Indonesia 2026 Angkat Talenta Muda Promosikan Pariwisata Nusantara, Voting Juara Favorit Didukung Kreen Indonesia
Kreen Media
Attractions

Silaturahmi Pakai Topeng Labu, Tradisi Unik Perayaan Idul Fitri di Desa Muara Jambi

K
Kreen Media
09 May 2022 1 menit baca
Silaturahmi Pakai Topeng Labu, Tradisi Unik Perayaan Idul Fitri di Desa Muara Jambi

Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, punya keunikan untuk merayakan Idul Fitri. Setiap tahun saat hari kemenangan itu, warga Desa Muara Jambi menggelar main Topeng Labu.

Pegiat kebudayaan, Mukhtar Hadi mengatakan, tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun beberapa tahun silam. Menurutnya, tradisi ini berdasarkan cerita rakyat. Sesuai cerita turun-temurun, dahulunya ada orang di Desa Muarojambi ini yang dilanda penyakit kusta. Sesuai kebijakan tua tengganai setempat, orang yang mengidap penyakit tersebut harus tinggal di hutan sementara waktu hingga datang kesembuhan.

Hari, minggu dan bulan terus berganti hingga datang Hari Raya Idul Fitri. Warga yang divonis mengidap penyakit kusta tersebut pun merasa rindu untuk bertemu sanak keluarga dan suasana perkampungan yang telah lama ditinggalkan. Lantaran penyakitnya belum juga sembuh dan tidak menghawatirkan orang disekitarnya, dia menggunakan topeng yang terbuat dari labu.

Sumber : cnnindonesia.com

Kemudian, dia datangi perkampungan tempat tinggalnya untuk bertemu dan bersilaturahmi ke orang-orang di perkampungan. Ternyata, apa yang dilakukan orang yang masih menderita penyakit kusta tersebut justru menjadi hiburan para warga yang melihatnya. "Penderita kusta ini secara manusiawi punya rasa rindu juga. Dia juga ingin bertemu kerabat di desa, karena itu dirinya memakai topeng," ujarnya. Agar terlihat menghibur, dirinya melakukan arak-arakan di sepanjang jalan dan di depan rumah warga sembari membawa sebuah keranjang. Ternyata di luar dugaan, aksinya ini disambut antusias dan menjadi hiburan tersendiri warga. Tidak hanya itu, masyarakat yang merasa terhibur oleh orang yang belum diketahui identitasnya itu rela memberikan apa yang dipunya. "Masyarakat yang simpati dan terhibur, lantas memberikan makanan dan minuman," kata pria yang kerap disapa Borju ini.

Karena Topeng Labu memiliki makna historis yang baik, setiap datang Hari Raya Idul Fitri para warga Desa Muarojambi menggelar Festival Topeng Labu. Agar lebih menarik lagi, Festival Topeng Labu tersebut diiring berbagai permainan alat musik, seperti gendang, gong, dan sebagainya. Selanjutnya, sembari menari para pemain Topeng Labu bersilaturahmi dengan warga yang menunggu di teras rumah masing-masing. Setiap rumah masyarakat kita singgahi dan menari. Karena rumah masyarakat mempunyai teras, masyarakat menunggu di situ. Diiringi musik dan lantunan serta pantun. Dia menambahkan, untuk topeng itu terbuat dari buah labu yang tumbuh di sekitar Desa Muarojmbi. Kulit buah labu yang kering dilukiskan menyerupai berbagai perasaan atau ekspresi manusia.

Sumber : goodnewsfromindonesia.id

Agar lebih variatif, warga membuat aneka motif. Motifnya sesuai perasaan manusia, seperti muak, gembira, rasa bahagia, ada juga sosok menyeramkan dan ada juga lucu. Dirinya juga mengatakan, pergelaran main Topeng Labu pada tahun kini dengan tagline "Memanusiakan Manusia" melibatkan sekitar 50 orang. Tradisi ini sengaja dibuat lebih akbar. Regenerasi. Kalau sebelumnya kelompok remaja, sekarang anak sekolah dasar kita libatkan.

Tiap tahunnya, momen hiburan berupa tradisi topeng labu ini selalu jadi saat yang paling dinanti oleh warga setempat. Di saat bersamaan, tradisi ini juga memiliki makna dan moral yang terkandung di dalamnya, yakni mengenai pesan kesetaraan sesama manusia. Seiring dengan berjalannya waktu, kini masyarakat Muaro Jambi meyakini jika tidak ada manusia yang layak dikucilkan dan direndahkan hanya karena menderita suatu penyakit tertentu, dan semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang sama.

Momen dan gambaran moral ini juga menjadi tradisi yang tepat untuk mencerminkan solidaritas dan tradisi saat perayaan Idulfitri di masa awal pandemi tahun 2020 kemarin. Mengutip IDN Times, disebutkan jika memang hiburan topeng labu saat pandemi dilakukan dengan peraturan tidak boleh bersalaman antar warga, dan masing-masing pemain topeng menjaga jarak minimal dua meter satu sama lain.

Sumber :

goodnewsfromindonesia.id

cnnindonesia.com

kumparan.com

jambi.tribunnews.com

Topik
muarajambi jambi topenglabu tradisiunik harirayaidulfitri perayaanidulfitri silaturahmi