Terkini
Kreen Media
Sport

Para Catur Absen, Indonesia Andalkan Sumber Medali Baru di Asian Para Games 2026

kreen
kreen
Author
21 September 2026 4 menit baca
Para Catur Absen, Indonesia Andalkan Sumber Medali Baru di Asian Para Games 2026

Kontingen Indonesia menghadapi tantangan berbeda menuju Asian Para Games 2026. Selain mengejar target masuk 10 besar klasemen medali, Indonesia juga harus mencari sumber perolehan medali baru setelah cabang olahraga para catur tidak dipertandingkan pada edisi yang berlangsung di Nagoya, Jepang.

Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026. Hingga pertengahan September, sekitar 101 atlet Indonesia dari 12 cabang olahraga telah dipersiapkan untuk tampil. Hasil sejumlah kejuaraan internasional yang menjadi bagian dari rangkaian try out turut menjadi modal sebelum kontingen bertolak ke Jepang.

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyebut target perolehan Indonesia saat ini berada di kisaran delapan hingga sembilan medali emas. Pada saat yang sama, kontingen tetap membidik posisi 10 besar klasemen Asian Para Games 2026.

Absennya Para Catur Jadi Tantangan Indonesia

Salah satu pekerjaan rumah terbesar Indonesia adalah tidak dipertandingkannya para catur. Pada Asian Para Games sebelumnya di Hangzhou, China, cabang tersebut memberikan kontribusi besar dengan menyumbangkan 10 dari total 29 medali emas Indonesia.

Kondisi tersebut membuat Indonesia perlu menggeser tumpuan perolehan medali ke cabang olahraga lain. NPC Indonesia melihat beberapa cabor yang menunjukkan peningkatan performa selama masa try out berpeluang menjadi sumber medali pada Asian Para Games 2026.

Boccia, para panahan, dan para atletik termasuk cabang yang mendapat perhatian. Ketiganya diharapkan mampu memberikan kontribusi sekaligus membantu menutup sebagian kehilangan akibat absennya para catur.

Perubahan peta kekuatan ini membuat hasil try out menjadi bagian penting dari evaluasi kontingen. Prestasi yang diraih atlet di berbagai kejuaraan internasional tidak hanya menjadi catatan hasil, tetapi juga menjadi indikator kesiapan menghadapi persaingan di Nagoya.

Boccia Bawa Modal dari Kejuaraan Dunia

Salah satu cabang yang mulai mendapat sorotan adalah boccia. Lima atlet Indonesia dijadwalkan tampil pada Asian Para Games 2026 dengan membawa modal dari penampilan di berbagai kejuaraan dunia sepanjang 2026.

Indonesia bahkan tercatat menjadi juara umum dalam tiga kejuaraan dunia yang diikuti tahun ini, termasuk World Boccia Championship 2026. Catatan tersebut membuat boccia menjadi salah satu cabor yang diharapkan dapat memberikan kejutan di Nagoya.

Performa tersebut menjadi penting karena Indonesia membutuhkan distribusi medali yang lebih merata. Ketika salah satu penyumbang emas dari edisi sebelumnya tidak tersedia, peningkatan performa cabang lain dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan pencapaian target kontingen.

Para Panahan Tunjukkan Perkembangan Positif

Para panahan Indonesia juga membawa hasil positif dari rangkaian try out internasional. Pada Hyundai World Archery Para Series 2026 di India, Indonesia mengoleksi dua medali perak dan dua medali perunggu.

Kholidin menjadi salah satu atlet yang mendapat perhatian setelah meraih medali perak pada nomor individu dan perunggu di nomor mixed team. Pengalaman tersebut dinilai penting karena kejuaraan di India memberikan kesempatan bagi atlet untuk menghadapi lawan-lawan dengan level persaingan tinggi.

Kholidin menyebut pengalaman tersebut menjadi modal untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Jepang. Ia juga mengungkapkan bahwa persiapannya telah mencapai sekitar 90 persen dan masih ada waktu untuk mematangkan performa sebelum Asian Para Games 2026.

Hasil itu membuat para panahan Indonesia menjadi salah satu cabang yang diharapkan dapat menyumbang medali bagi kontingen Merah Putih.

Para Atletik dan Bulu Tangkis Ikut Jadi Andalan

Selain boccia dan para panahan, para atletik Indonesia juga masuk dalam pemetaan sumber medali baru. NPC Indonesia menyebut performa para atletik menunjukkan perkembangan signifikan selama masa persiapan.

Sementara itu, para bulu tangkis membawa catatan kompetitif dari dua turnamen internasional. Indonesia mengoleksi empat emas, satu perak, dan dua perunggu pada China Para Badminton International 2026.

Hasil tersebut kemudian kembali diperkuat pada Japan Para Badminton International 2026 dengan raihan empat emas dan satu perunggu. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi performa para bulu tangkis Indonesia menjelang Asian Para Games 2026.

Para balap sepeda juga memberikan sinyal positif. Dalam Malaysia Para Road Race 2026, Indonesia mengamankan tiga emas, empat perak, dan tiga perunggu. Hasil try out dari berbagai cabang inilah yang kemudian menjadi bagian dari evaluasi sebelum komposisi final kontingen ditetapkan.

101 Atlet Disiapkan, Fase Maintenance Menanti

Dengan sekitar 101 atlet dari 12 cabang olahraga yang telah dipersiapkan, Indonesia kini memasuki tahap akhir menuju Asian Para Games 2026.

Setelah seluruh cabang menyelesaikan rangkaian try out dan evaluasi, atlet dijadwalkan memasuki fase maintenance pada akhir September. Tahap tersebut ditujukan untuk menjaga kondisi fisik sekaligus mempertahankan performa atlet menjelang keberangkatan ke Jepang pada pertengahan Oktober.

Bagi Indonesia, target 10 besar tidak hanya bergantung pada jumlah medali yang bisa dikumpulkan, tetapi juga kemampuan cabang-cabang olahraga untuk mengisi celah yang ditinggalkan para catur.

Asian Para Games 2026 akhirnya akan menjadi panggung untuk melihat sejauh mana sumber-sumber medali baru Indonesia mampu memberikan kontribusi. Boccia, para panahan, para atletik, para bulu tangkis hingga para balap sepeda memiliki kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dalam perjuangan kontingen Merah Putih di Nagoya.


Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!

kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan