Muhammad Bintang Satria Herlangga Raih Perak Boccia Paralimpiade Paris 2024
Sumber: Cantika.com
Muhammad Bintang Satria Herlangga: Boccia, Medali Perak, dan Sejarah yang Ditorehkan dari Paris
Di antara sorak sorai ribuan penonton di Paris South Arena, nama Muhammad Bintang Satria Herlangga bergema sebagai bagian dari sejarah baru olahraga Indonesia. Bukan hanya karena medali perak yang ia raih, tetapi karena ia adalah bagian dari generasi pertama atlet boccia Indonesia yang tampil di panggung Paralimpiade.
Sejarah Baru Indonesia di Cabang Boccia
Muhammad Bintang Satria Herlangga merupakan salah satu dari empat wakil Indonesia di cabang boccia Paralimpiade Paris 2024, dan berhasil membawa pulang medali perak, menjadi yang pertama kali Indonesia memiliki wakil boccia di ajang Paralimpiade.
Dengan raihan ini, tim boccia Indonesia secara keseluruhan menambah satu medali perak setelah sebelumnya menyumbang dua medali perunggu, membawa Indonesia ke posisi ke-47 dalam klasemen medali Paralimpiade Paris 2024.
Perjalanan Boccia Seorang Bintang
Lahir pada 14 Juli 2002, Muhammad Bintang Satria Herlangga adalah atlet boccia Indonesia peraih medali perak di ASEAN Para Games, Asian Para Games, dan Paralimpiade.
Bintang berkenalan dengan boccia sejak SMP pada 2018, dan langsung menjalani debut internasional di Asian Para Games Jakarta-Palembang di tahun yang sama. Sejak itu, boccia bukan lagi sekadar olahraga baginya, ia menjadikannya jalan menuju dunia.
Ibundanya, Tikha, mengakui betapa tidak mudah perjalanan yang dilalui keluarga mereka. Tinggal di Bekasi, ia kerap membawa Bintang menjalani terapi ke berbagai penjuru Jakarta, menyita waktu seharian. Tantangan tak berhenti di situ, mencari sekolah reguler yang mau menerima Bintang juga bukan perkara mudah.
Namun Tikha tidak pernah menyerah. Demi masa depan Bintang, keluarga akhirnya pindah ke Surakarta, tempat Bintang kemudian berkembang pesat sebagai atlet boccia binaan NPCI Solo.
Tampil Mengejutkan dari Babak Pertama
Di Paris, Bintang langsung meninggalkan kesan mendalam. Pada laga pembuka, ia mengejutkan semua pihak dengan menekuk jagoan Malaysia, Lee Chee Hong, dengan skor telak 11-2.
Kemenangan demi kemenangan terus ia rengkuh. Ia kemudian menang 9-1 atas wakil Tiongkok Zhijian Lan, menang tipis atas wakil Jepang Hidetaka Sugimura di babak penyisihan, lalu menghancurkan Francis Rombouts dari Belgia 7-1 di babak playoff.
Di perempat final, Bintang bertemu rekan senegaranya sendiri, Felix Ardi Yudha, dan berhasil menang tipis 3-2. Di semifinal, ia kembali tampil dominan dengan mengalahkan wakil Slovakia Robert Mezik dengan skor 6-1.
Final yang Sengit Lawan Nomor Satu Dunia
Perjalanan gemilang itu akhirnya membawa Bintang ke partai puncak. Di final nomor perorangan BC2 putra di South Paris Arena, Bintang bertemu juara dunia asal Thailand, Worawut Saengampa. Ia harus mengakui keunggulan sang juara dengan kekalahan 1-6.
Pada set pertama, Bintang kesulitan membendung dominasi permainan Saengampa dan tertinggal 0-2. Ketertinggalan terus melebar hingga 0-4 di set kedua. Bintang sempat memperkecil jarak menjadi 1-4 di set keempat, namun set terakhir kembali jatuh ke tangan lawannya.
Meski kalah, medali perak yang ia bawa pulang tetap menjadi pencapaian bersejarah.
Kebanggaan Boccia Indonesia dari Solo
Seluruh empat atlet boccia Indonesia yang tampil di Paris, termasuk Bintang, Gischa Zayana, Muhammad Afrizal Syafa, dan Felix Ardi Yudha, merupakan atlet binaan NPCI Jawa Tengah dari Solo. Mereka bahkan telah lebih awal bertolak ke Paris pada 5 Agustus untuk adaptasi.
Pelatih Andrian, yang mengasuh para atlet boccia kelas internasional ini, menyebut bahwa hubungan antara pelatih dan atlet boccia sudah seperti keluarga. Setiap hari mereka saling berbagi kendala dan bersama-sama mencari solusi.
Atlet Paralimpiade yang Juga Mengejar Gelar Sarjana
Di luar lintasan boccia, Bintang juga membuktikan bahwa prestasi tidak harus mengorbankan pendidikan. Ia kini tengah menjalani kuliah dan mengejar cita-citanya menjadi seorang sarjana hukum, sambil terus mempersiapkan diri untuk kembali tampil di Paralimpiade berikutnya dan memburu medali yang lebih tinggi.
Kisah Muhammad Bintang Satria Herlangga adalah cermin nyata bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi mimpi. Dengan dukungan keluarga, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, ia telah membuktikan bahwa dari Solo, nama Indonesia bisa bersinar hingga ke mata dunia lewat Paralimpiade Paris 2024.
Ikuti terus update seputar dunia sport di sini!
Baca Juga
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026
Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026
Yovan Rate Azis: Atlet Brebes Yang Sukses Raih Emas Para Judo di ASEAN Para Games 2025