Kenalan sama 3 Suku Asli NTB, Yuk!
Selain dikenal sebagai negara kepulauan, Indonesia juga dikenal dengan banyaknya suku yang mendiami setiap pelosok daerah. Seperti halnya Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki suku asli yang mendiami wilayah ini, di mana penulis akan mengelompokkannya menjadi 3 suku besar di NTB, yaitu:
- Suku Sasak
Suku Sasak berawal dari kata “Sak sak” yang berarti satu satu. Suku Sasak dikenal dengan kepintarannya dalam hal menenun atau dalam bahasa Lombok, menenun adalah Sesek. Menenun dilakukan dengan memasukkan benang secara satu per satu (Sak sak). Dan uniknya, mesin tenun yang dipukul akan menghasilkan suara “Sak sak” pula.
Suku Sasak mendiami Pulau Lombok dengan menggunakan bahasa Sasak dalam kesehariannya. Kepercayaan masyarakat Suku Sasak silih berganti mengikuti keturunan-keturunan yang datang ke Pulau Lombok, di antaranya yang pertama adalah Boda, yaitu kepercayaan menyembah roh-roh para leluhur, dan mereka juga mengakui keberadaan Sidharta Gautama (Sang Buddha) sebagai figur utama. Kepercayaan kedua adalah Hindu-Buddha Majapahit, yaitu kepercayaan yang hadir ketika Kerajaan Majapahit datang mengunjungi Lombok dan membawa serta kebudayaannya. Baru ketika abad 16-17, Suku Sasak mengenal agama Islam karena peran dari Sunan Giri.
- Suku Mbojo
Suku Mbojo atau disebut juga Dau Mbojo memiliki arti “Orang Bima” yang mendiami timur Sumbawa. Dalam percakapan sehari-hari, Dau Mbojo selalu mengucapkan limbo ade, yang berarti lapang dada atau harap bersabar ketika ada kesalahan ataupun ketidanyamanan dalam setiap pertemuan.
Suku Mbojo juga mengenal tradisi mbolo rasa atau musyawarah. Mbolo rasa diterapkan ketika menghadapi satu persoalan, warga biasanya akan bermusyawarah terlebih dahulu. Musyawarah biasanya diawali dengan anjangsana atau kunjungan dari salah satu pihak dan kemudian disambut pihak lain.
- Suku Samawa
Suku Samawa atau Tau Samawa adalah penduduk asli dari Pulau Sumbawa bagian barat. Secara etimologi, Tau Samawa berasal dari kata Tau yang berarti orang, dan Samawa berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya dari berbagai penjuru. Masyarakat lokal Sumbawa biasanya menggunakan sebutan Tana Samawa untuk Pulau Sumbawa dan Tau Samawa untuk orang Sumbawa.
Suku Samawa berasal dari gabungan atau akulturasi budaya bangsa Austronesia Deutro Melayu dengan ras mongoloid dari daratan Asia Tenggara. Seperti dalam buku Rizal Fahmi (2011) yang menjelaskan bahwa Suku Samawa merupakan percampuran dari berbagai daerah, khususnya di Kepulauan Sunda Kecil, di mana asal mula Suku Samawa berasal dari Gowa, Makassar, yang dibuang oleh Kerajaan Gowa. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kesamaan tradisi, budaya, dan adat istiadat, senjata tradisional, pakaian adat, dan lain-lain. Bahkan karakter yang keras juga masih bisa ditemui di suku ini.
Itulah perkenalan kita tentang 3 kelompok suku besar asli yang ada di Nusa Tenggara Barat. Dari penuturan di atas, ternyata masing-masing nama suku tersebut, memiliki arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Tapi, tidak cukup sampai di situ saja, karena masih ada lagi hal-hal unik lainnya yang berkaitan dengan ketiga suku tersebut, yang nantinya akan dijelaskan oleh penulis di artikel berikutnya. Jadi, tunggu di segmen selanjutnya ya, SoDestKreen, jangan lupa untuk download aplikasi KREEN di Play Store dengan mengklik link di bawah ini …
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kreen.android.app
Source:
sumbawatourism.com
travel.tempo.co
cnbcindonesia.com