Hanya di Aceh Satu-satunya Museum Tsunami Dunia
Tahun 2004 menjadi tahun berduka bagi mayarakat Aceh. Tsunami yang terjadi begitu dahsyat, membuat mereka kehilangan harta benda, hingga anggota keluarga. Tsunami yang terjadi di Aceh inilah yang menjadikannya bencana alam terbesar sepanjang sejarah modern. Dan untuk mengenang sejarah yang memilukan tersebut, maka dibangunlah Museum Tsunami yang menjadi satu-satunya museum tsunami di Indonesia, bahkan dunia.
Museum Tsunami Aceh merupakan monumen simbolis untuk mengenang bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh pada tahun 2004. Bangunan yang terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda ini menyimpan berbagai bukti kedahsyatan tsunami 2004, serta menjadi pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat ketika tsunami datang lagi.
Bangunan Museum Tsunami Aceh, terdiri dari 4 tingkat dengan hiasan dekorasi bernuansa Islam. Eksteriornya mengekspresikan keberagaman budaya Aceh dapat dilihat dari ornamen dekoratif dengan unsur transparansi seperti anyaman bambu. Di mana, ornamen ini melambangkan tarian saman sebagai cerminan hablumminannas, yaitu konsep hubungan antarmanusia dalam Islam. Sedangkan interiornya, menjadi sebuah perenungan atas musibah dahsyat yang diderita warga Aceh, sekaligus kepasrahan dan pengakuan atas kekuatan dan kekuasaan Allah.
Museum yang diresmikan tahun 2008 ini memiliki 2 lantai, di mana lantai 1 merupakan area terbuka yang dapat dilihat dari luar dan fungsinya sebagai tempat untuk mengenang peristiwa tsunami. Di lantai ini, terdapat beberapa ruangan yang berisi rekam jejak kejadian tsunami 2004, yaitu ruang pamer tsunami, pra tsunami, saat tsunami, dan pasca tsunami. Selain itu, juga terdapat sumur doa dengan nama-nama korban tsunami yang tertulis pada dinding dan langit-langit, serta kaligrafi Asma Allah pada puncaknya.
Sedangkan, di lantai 2 berisi media-media pembelajaran, berupa perpustakaan, ruang alat peraga (rancangan bangunan tahan gempa dan model diagram patahan bumi), ruang 4D, toko souvenir. Selain itu, terdapat ruang geologi yang menyajikan potensi geologi dan mitigasi bencana geologi serta proses tektonik yang menyebabkan terjadinya gempa bumi dan tsunami.
Museum yang terpilih sebagai museum terpopuler pada ajang Indonesia Museum Award tahun 2018 dan mengalahkan 400 museum lainnya di Indonesia ini, memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk merasakan suasana mencekam saat tsunami datang. Di mana, ketika kamu melewati sebuah lorong gelap dan dingin bernama Space of Fear. Diiringi suara gemuruh air dan juga percikan air yang akan membuat sebagian tubuh basah. Maka, inilah yang dirasakan para korban bencana tsunami saat tubuh mereka tergulung ombak.
Sebagai satu-satunya museum paling kontemporer di Indonesia, Museum Tsunami Aceh menggambarkan sebuah proses kebangkitan yang panjang bagi para korban tsunami. Setelah lepas dari suasana mencekam sebelumnya (Space of Fear), wisatawan akan masuk ke dalam ruangan Jembatan Harapan (Hope Bridge). Di mana, area ini dipasang bendera dari 52 negara yang telah memberikan bantuannya bagi para korban tsunami Aceh.
Terlepas dari megah dan modernnya Museum Tsunami Aceh, museum ini sebenarnya didesain berdasarkan bentuk rumah panggung Aceh atau Rumor Aceh. Dalam desainnya pun juga diselipkan unsur tsunami yang tampak pada bentuk atap museum yang menyerupai gelombang laut. Oleh karena itulah, Museum Tsunami Aceh menjadi juara pertama dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020, sebagai destinasi wisata unik terpopuler.
Source:
phinemo.com
tempatwisataunik.com