Dheva Anrimusthi, Raja SU5 Indonesia yang Terus Mengharumkan Nama Merah Putih
Sumber foto: Dheva Anrimusthi meraih perunggu di Paralimpiade 2024. (REUTERS/Jennifer Lorenzini)
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Dheva Anrimusthi menjadi salah satu sosok paling konsisten di dunia para badminton Indonesia. Atlet asal Kuningan, Jawa Barat ini bukan hanya dikenal sebagai peraih medali internasional, tetapi juga sebagai simbol perjuangan dan ketekunan di cabang olahraga Men’s Singles SU5.
Bagi pecinta olahraga paralimpiade, nama Dheva sudah lama identik dengan prestasi. Mulai dari Asian Para Games, ASEAN Para Games, hingga Paralimpiade, dirinya terus menjadi andalan Indonesia di sektor tunggal putra SU5.
Dari Kecelakaan hingga Menjadi Atlet Dunia
Perjalanan Dheva Anrimusthi menuju panggung internasional tidak dimulai dengan mudah.
Sejak kecil, Dheva memang sudah akrab dengan dunia badminton. Namun hidupnya berubah setelah mengalami kecelakaan motor saat remaja yang membuat kondisi tangan kanannya mengalami keterbatasan permanen. Situasi itu sempat membuatnya meninggalkan badminton dan menghadapi berbagai penolakan ketika ingin kembali berlatih di klub olahraga.
Namun titik balik datang ketika National Paralympic Committee (NPC) Indonesia mengajaknya bergabung pada 2016. Dari situlah perjalanan baru Dheva dimulai sebagai atlet para badminton Indonesia.
Yang menarik, awalnya keluarga Dheva sempat khawatir dan tidak ingin anaknya dipandang sebagai penyandang disabilitas. Tetapi Dheva perlahan membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menghentikannya untuk berprestasi di level tertinggi olahraga dunia.
Dominasi di Nomor Men’s Singles SU5
Di kategori SU5, Dheva dikenal sebagai salah satu pemain dengan gaya bermain agresif dan tempo cepat. Kelas SU5 sendiri diperuntukkan bagi atlet dengan gangguan fisik pada anggota tubuh bagian atas.
Sejak tampil di berbagai turnamen internasional, Dheva langsung menunjukkan potensinya sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia. Bahkan, ia sempat menempati ranking satu dunia di sektor tunggal putra SU5.
Prestasi besarnya mulai benar-benar mencuri perhatian saat Asian Para Games 2018 di Jakarta. Saat itu, Dheva berhasil meraih medali emas tunggal putra SU5 setelah mengalahkan sesama atlet Indonesia, Suryo Nugroho. Tidak berhenti di situ, ia juga menyumbang emas di nomor ganda putra dan beregu.
Pencapaian tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan di dunia para badminton internasional.
Perjalanan Besar di Paralimpiade
Karier Dheva Anrimusthi semakin bersinar ketika tampil di Paralimpiade Tokyo 2020.
Di ajang tersebut, Dheva sukses mencapai final Men’s Singles SU5 dan mempersembahkan medali perak untuk Indonesia setelah menghadapi legenda Malaysia, Cheah Liek Hou. Meski gagal membawa pulang emas, pencapaian itu tetap menjadi salah satu sejarah penting bagi para badminton Indonesia di Paralimpiade.
Tidak berhenti di Tokyo, Dheva kembali menunjukkan konsistensinya di Paralimpiade Paris 2024. Kali ini, ia berhasil membawa pulang medali perunggu setelah memenangkan perebutan podium di nomor Men’s Singles SU5.
Keberhasilan tampil di dua edisi Paralimpiade berbeda membuktikan bahwa Dheva bukan atlet yang bersinar sesaat, tetapi salah satu pemain paling stabil di kelasnya.
Kebanggaan dari Kuningan untuk Indonesia
Bagi masyarakat Kuningan, Jawa Barat, Dheva bukan sekadar atlet nasional. Ia menjadi kebanggaan daerah yang berhasil membawa nama kotanya dikenal hingga level internasional.
Prestasinya di ASEAN Para Games dan Asian Para Games juga membuat dirinya sering disebut sebagai salah satu atlet para badminton paling sukses yang dimiliki Indonesia saat ini. Bahkan di ASEAN Para Games, Dheva kembali mempersembahkan emas untuk Indonesia di nomor SU5 dan ganda putra.
Konsistensi itulah yang membuat Dheva terus mendapat perhatian besar dari komunitas olahraga paralimpiade Indonesia.
Lebih dari Sekadar Atlet
Yang membuat kisah Dheva Anrimusthi terasa inspiratif bukan hanya karena medali yang berhasil ia kumpulkan.
Dheva menjadi contoh bahwa kegagalan dan keterbatasan tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan seseorang. Justru dari pengalaman sulit itulah mental juaranya terbentuk.
Di tengah persaingan para badminton dunia yang semakin kompetitif, Dheva tetap mampu mempertahankan level performanya selama bertahun-tahun. Sebuah hal yang tidak mudah dilakukan bahkan oleh atlet elite sekalipun.
Bagi banyak atlet muda Indonesia, perjalanan Dheva menjadi pengingat bahwa prestasi besar sering kali lahir dari proses panjang yang penuh tantangan.
Dan hingga hari ini, nama Dheva Anrimusthi tetap menjadi salah satu simbol kekuatan Indonesia di cabang para badminton Men’s Singles SU5.
Ikuti terus update seputar dunia sport di sini!
Baca Juga
NPC Indonesia Sambut Positif Kehadiran Kategori Disabilitas di Kapolri Cup 2026
Indonesia Raih 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix 2026
Yovan Rate Azis: Atlet Brebes Yang Sukses Raih Emas Para Judo di ASEAN Para Games 2025