Atraksi Budaya Nan Unik yang Bisa Kamu Temukan di Kepulauan Mentawai
Terpisah dari daratan daerah lain di Sumatra Barat, Kepulauan Mentawai memiliki 4 pulau besar, yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Di mana, Kepulauan Mentawai ini dinobatkan sebagai ombak terbaik dan tertinggi di dunia setelah Hawaii, berdasarkan Surfing Magazine Australia.
Tak hanya itu, Mentawai juga dikenal dengan berbagai atraksi budayanya yang unik, seperti:
- Mubaiko
Mubaiko diambil dari nama kayu, yaitu kayu Baiko, untuk pembuatan baju tradisional Mentawai. Biasanya, para perempuan suku Mentawai akan mengenakan sokgumai, yakni rok yang terbuat dari untaian daun pisang. Sedangkan para laki-laki umumnya mengenakan kabit, yakni sejenis celana dalam, alias cawatyang terbuat dari kayu Baiko.
- Langgek
Langgek adalah obat tradisional suku Mentawai yang mereka ambil langsung dari hutan. Suku Mentawai akan memprioritaskan obat-obatan herbal dari tanaman di alam, dibandingkan dengan obat-obatan dari dokter yang menjadi pilihan terakhir mereka.
- Mutamra
Makanan pokok suku Mentawai, yaitu sagu. Selain mereka memanfaatkan pohon sagu, penghuni di dalam pohon sagu pun juga menjadi incaran mereka, yakni ulat sagu. Mereka mencari ulat sagu (Mutamra) untuk dikonsumsi secara langsung, digoreng, ataupun dibakar. Kuliner unik inilah yang wajib dicoba oleh wisatawan.
- Muranggi
Kehidupan suku Mentawai sebagian besar adalah berburu. Dengan menggunakan panah beracun yang mereka buat sendiri (Muranggi), mereka bisa mendapatkan hewan buruan di hutan. Di mana, tengkorak kepala hasil buruan yang mereka dapatkan akan digantung di pintu masuk rumah mereka.
- Murourou
Setelah membuat panah beracun, suku Mentawai akan melakukan perburuan di hutan. Untuk atraksi budaya ini, wisatawan bisa mengikutinya, namun hanya secara demonstrasi, bukan berburu secara nyata. Karena untuk berburu hewan sesungguhnya, dibutuhkan ritual khusus bagi suku Mentawai.
- Ti’ti’
Tato bagi orang Mentawai, tak hanya untuk keindahan tubuh, tetapi juga lambang untuk menunjukkan posisi atau derajat mereka. Di mana, setiap motif yang digunakannya mempunyai nilai filosofi masing-masing, seperti tato mengenai kehidupan di hutan yang memiliki arti untuk melestarikan hutan, karena bagi mereka, hutan mempunyai roh yang harus dijaga dan dihargai.
- Paligagra
Paligagra merupakan tradisi menangkap ikan di sungai. Tradisi ini pun juga mempunyai nilai filosofi, salahnya adalah pekerja keras.
- Piat Sot
Atraksi budaya ini menjadi tradisi ekstrim yang saat ini mulai tenggelam dan tergurus oleh zaman modern. Piat Sot adalah tradisi meruncing gigi bagi para perempuan sebagai standar kecantikan.
Gimana, SoDestKreen, tentang atraksi budaya nan unik di Kepulauan Mentawai ini? Apakah membuat tertarik untuk berkunjung ke sana dan mencoba kedelapan atraksi budaya yang sudah penulis paparkan di atas? Yuk, sebagai generasi penerus bangsa, jangan sampai tradisi budaya di atas menghilang ditelan bumi dan tidak berbekas! Kamu bisa pergi liburan ke destinasi Indonesia lainnya, dengan booking tiket perjalananmu di aplikasi KREEN ya. Download aplikasinya di Play Store, atau klik link di bawah ini …
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kreen.android.app
Source:
Presentation webinar of Kreen Destination Series “Mentawai: Unimaginable Biodiversities” by Martison Siritoitet (Founder Mentawai Authentic & Media Yayasan Pendidikan Budaya Mentawai) & Ricky Putra Sinaro (Owner Authentic Sumatra)
https://langgam.id/keunikan-adat-suku-mentawai-yang-jarang-diketahui/
https://eksotikamentawai2017.wordpress.com/kabit-busana-laki-laki-suku-mentawai/
fkai.org
ekuatorial.com
mentawai.com
pesonaindonesia.com
merdeka.com