7 Kampung Adat Megalitikum di Tanah Sumba, Nusa Tenggara Timur
Kampung adat tidak hanya menjadi tempat kediaman manusia, namun juga sebagai aset sosial-budaya. Seperti di Nusa Tenggara Timur yang memiliki banyak kampung adat eksotis dan tersebar luas di berbagai wilayah, baik di Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya.
Rumah adat di sana mempunyai 3 bagian, yaitu bawah, tengah, dan atas, yang mencerminkan simbol alam dalam pandangan suku Sumba, yaitu alam bawah (tempat arwah), alam tengah (tempat manusia), dan alam atas (tempat para dewa). Kampung adat di tanah Sumba ini pun juga terdapat peninggalan zaman megalitikum pada masa lampau, lalu kampung apa sajakah itu?
- Kampung Prainatang, Sumba Timur
Terletak di Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Kampung Prainatang menurut sejarah, sudah ada sejak 4.500 tahun lalu. Kampung Adat Prainatang disebut juga sebagai The Living Megalithic Culture, di mana terdapat pagar batu yang telah berusia ratusan tahun.
Di kampung ini, kamu bisa melihat arsitektur unik, mulai dari rumah adat yang berusia ribuan tahun, makam-makam kuno dari nenek moyang atau leluhur masyarakat Sumba, tarian tradisional, hingga upacara adat pemakaman. Selain itu, kampung adat ini juga sangat dekat dengan destinasi wisata alam yang tidak kalah indahnya di Sumba Timur, yaitu Pantai Puru Kambera. Jika kamu berkunjung ke Kampung Prainatang ini, kamu akan disuguhi oleh aroma sabana musim kemarau yang siap menyambut kedatangan kamu.
- Kampung Praiyawang, Sumba Timur
Kampung Praiyawang yang terletak di Desa Rindi, Kabupaten Sumba Timur, NTT, dikenal secara resmi sebagai tempat ritual bagi masyarakat Sumba. Di mana, sebelum jenazah dikuburkan, rumah-rumah adat tertentu di kampung ini menjadi tempat persembahan dan penyimpanan jenazah.
Di kampung adat ini, kamu bisa melihat beragam benda peninggalan nenek moyang, seperti gong, tambur, dan pakaian adat yang telah berumur ratusan tahun, hingga terdapat bangunan batu besar megalitikum yang berada di tengah perkampungan, yang membentuk area pemakaman. Jika kamu berkunjung ke Kampung Praiyawang, kamu bisa melihat proses pembuatan kain tenun ikat khas Sumba, dan apabila beruntung, kamu juga bisa menyaksikan tarian tradisional, yaitu Tari Kabokang.
- Kampung Wunga, Sumba Timur
Kampung Wunga merupakan kampung tertua di Sumba Timur, yang berlokasi di Desa Wunga, Kecamatan Haharu, NTT. Kata Wunga sendiri, berasal dari “kawunga” yang berarti awal. Jika kamu berkunjung ke kampung adat ini, kamu akan melihat kumpulan kuburan batu megalitikum yang berada di antara tingginya rerumputan di rumput savana. Di mana, bentuk kuburannya, yaitu seperti altar dari batu-batu besar.
Selain itu, di sekitar Kampung Wunga juga terdapat tempat unik yang bisa kamu datangi, seperti Danau Waimulung yang menjadi habitat buaya dan dilindungi oleh warga sekitar, Danau Kalambar Cuna dengan cerita turun-temurunnya mengenai belut atau dalam bahasa setempat menyebutnya dengan “cuna”.
- Kampung Tarung, Sumba Barat
Kampung Tarung yang berada di Kecamatan Wailiang, Kabupaten Sumba Barat, NTT, memiliki jarak yang dekat dengan pusat kota atau berada di dalam Kota Waikabubak. Walaupun begitu, kampung ini menjadi salah satu kampung yang masih melaksanakan kepercayaan lama, yaitu Merapu.
Hal yang paling mencolok dari kampung adat ini adalah ornamen-ornamen yang digantung di setiap rumah. Di mana, semakin banyak ornamen yang ada di dalam rumah, maka semakin tinggi status sosial pemilik rumah tersebut.
- Kampung Praijing, Sumba Barat
Kampung Praijing yang hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari Kampung Tarung, memiliki salah satu keunikan, yaitu adanya teras pandang, di mana kamu bisa melihat dan mengambil foto seluruh lanskap kampung berlatar belakang bukit yang dipisahkan sebuah jalan. Selain itu, di kampung ini kamu bisa melihat aktivitas masyarakatnya, seperti menenun tenun ikat hingga menjemur hasil bumi.
Rumah adat di Kampung Praijing dapat dikatakan unik, karena di dalamnya terdapat batu-batu megalitikum, serta kampung ini juga menawarkan pesona alamnya yang sangat indah, berupa hamparan persawahannya yang luas.
- Kampung Ratenggaro, Sumba Barat Daya
Kampung Ratenggaro yang terletak di pesisir pantai, atau tepatnya di Desa Umbo Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, memiliki rumah adat yang unik, yaitu ketinggian atap setiap rumah yang berbeda-beda. Di mana, semakin tinggi atap, maka semakin tinggi pula derajat sosial pemiliki rumah.
Bagi kamu yang ingin mengunjungi Kampung Ratenggaro, kamu juga bisa mendatangi Pantai Ratenggaro yang hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk sampai ke sana.
- Kampung Pasunga, Sumba Tengah
Kampung Pasunga yang berlokasi di Desa Anakalang, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, NTT, terdapat satu hal yang menarik perhatian, yaitu makam batu megalitikum yang terletak di depan kampung adat ini.
Semua rumah kampung adat di tanah Sumba, rata-rata memiliki bentuk atap yang sama. Termasuk rumah adat di Kampung Pasunga ini, hanya saja yang membedakannya adalah berupa tulang hewan babi yang tergantung di luar. Di mana, semakin banyak yang digantung, maka semakin terpandang pula pemiliki rumah tersebut.
Itulah 7 kampung adat megalitikum di tanah Sumba yang harus kamu jelajahi jika berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, SoDest. Selain melihat berbagai aset sosial-budaya yang sudah ada sejak zaman megalitikum, SoDest juga bisa mengunjungi destinasi wisata alam di sekitarnya yang sangat memesona.
Ingin tahu aset sosial-budaya dan keindahan alam di tanah Sumba lainnya? Yuk, ikuti webinar Kreen Destination Series: Mengenal Aset Sosial-Budaya dan Keindahan Alam Tanah Sumba, secara gratis! Dengan mendaftar melalui aplikasi KREEN, download aplikasinya di Play Store, atau klik link di bawah ini …
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kreen.android.app
Source:
https://www.sumbatimurkab.go.id/wisata-budaya.html
goodnewsfromindonesia.id
budaya-indonesia.org
backpackerjakarta.com
hipwee.com