5 Wisata Sejarah Mengagumkan di Aceh yang Punya Banyak Cerita!
Dikenal dengan nama “Serambi Mekkah”, Aceh merupakan tempat penyebaran agama Islam pertama kali di Nusantara. Di mana, Kesultanan Aceh konon sebagai bagian dari Kesultanan Turki Utsmani. Aceh pun menyimpan banyak cerita sejarah yang terlukiskan di 5 wisata sejarah ini:
- Masjid Raya Baiturrahman
Terletak di pusat kota Provinsi Aceh, Masjid Raya Baiturrahman ini menjadi ikon utama dari Banda Aceh. Masjid yang dibangun pada tahun 1292 ini, selain menjadi tempat ibadah bagi umat muslim, juga menjadi saksi bisu dari perlawanan masyarakat Aceh terhadap para penjajah Belanda, serta sebuah simbol dari masa kejayaan kesultanan Aceh. Masjid Raya Baiturrahman ternyata pernah beberapa kali di tahun 1604-1607, pada masa Sultanah Naqiatuddin, dan pada masa perang Aceh tahun 1874.
- Museum Rumah Cut Nyak Dien
Berada di Desa Lampisang, Kabupaten Aceh Besar, Museum Rumah Cut Nyak Dien hanya sebuah replika dari bentuk rumah aslinya. Karena rumah aslinya, sudah dibakar habis oleh penjajah Belanda pada tahun 1896. Lalu dibangun kembali pada tahun 1987, dan menjadi museum ini. di museum ini, kamu akan melihat daftar silsilah keturunan dari keluarga Cut Nyak Dien, foto yang menggambarkan perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah Belanda, hingga kursi dan meja yang menjadi tempat para tokoh pejuang saat sedang berunding dan menetapkan strategi perang.
- Kapal Apung Lampulo
Kapal Apung Lampulo PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) menjadi salah satu jejak dahsyatnya tsunami yang menimpa Aceh pada tahun 2004. Dengan berat 2.600 ton, kapal ini terseret ombak tsunami dari wilayah perairan Ulee Lheue yang memiliki jarak sejauh lima kilometer, hingga akhirnya terdampar di pusat Kota Banda Aceh. Dari atas kapal ini, kamu bisa melihat rangkaian pegunungan Bukit Barisan.
- Gedung Sentral Telepon Militer
Berlokasi di dalam taman pohon trembesi, pembangunan Sentral Telepon Militer di Aceh ini merupakan yang pertama di Hindia Belanda, yang dibangun pada masa Sultan Muhammad Daud Syah di tahun 1903. Di mana, bangunan ini digunakan untuk memudahkan komunikasi dalam perang Aceh. Bangunan ini pun memiliki ciri khas unsur kolonial, yaitu bergaya Eropa, dan juga unsur arsitektur tropis.
- Lonceng Cakra Donya
Lokasinya yang berada di area Museum Aceh, Lonceng Cakra Donya ini adalah hadiah dari Kaisar Cina yang dibawa Laksamana Ceng Ho untuk Kerajaan Samudra Pasai pada abad ke-15. Lonceng ini sebelumnya di tahun 1881 M, sempat dipindahkan ke tempat lain. Namun, karena setelah banjir besar di Banda Aceh yang melenyapkan hampir seluruh data Belanda, lonceng ini pun dikembalikan ke tempat asalnya. Hingga sejak tahun 1915, lonceng ini kembali dipindahkan ke Museum Aceh.
Jadi, itulah 5 tempat wisata sejarah yang mengagumkan di Aceh, dengan banyak cerita di baliknya. Buat SoDestKreen yang ingin mengetahui tempat wisata lainnya di Aceh, yuk ikuti webinar Kreen Destination Series “Pesona Serambi Mekkah di Tanah Indonesia” secara gratis! Dengan registrasi online melalui aplikasi KREEN. Download aplikasinya di Play Store atau klik link di bawah ini …
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kreen.android.app
Source:
idntimes.com
liputan6.com
acehtourism.travel
scmedia.id
genpi.id
wisato.id
kumparan.com
m.tribunnews.com