5 Tradisi Unik di Kepulauan Maluku
Kepulauan Maluku terletak di lempeng Australia, dan berbatasan dengan Pulau Sulawesi di sebelah barat, Nugini di sebelah timur, dan Timor di sebelah selatan.
Kepulauan Maluku merupakan sekelompok pulau yang berada di bagian timur Indonesia, di mana setiap pulaunya memiliki banyak tradisi yang unik.
Inilah 5 tradisi unik di Kepulauan Maluku yang harus kamu lihat secara langsung:
- Budaya Kalwedo, Pulau Babar
Budaya Kalwedo adalah sebuah tanda salam persaudaraan serta salam perdamaian yang mempersatukan setiap komunitas masyarakat Kepulauan Babar dan Maluku Barat Daya.
Nilai budaya Kalwedo terimplementasi dalam berbagai sapaan kekeluargaan bersama yang bersifat lintas negeri dan pulau yang disebut inanara ama yali, yang berarti basudara laki-laki dan perempuan. Budaya ini memahami bahwa Kalwedo tidak hanya memiliki nilai-nilai sosial, tapi juga nilai-nilai religious yang sakral.
- Tradisi Sasahil dan Nekora, Pulau Saparua dan Pulau Masela
Tradisi Sasahil (Pulau Saparua) dan Nekora (Pulau Masela) memiliki nilai dasar yang sama, yaitu tolong menolong antar warga untuk melaksanakan tradisi tutup rumah.
Di mana, tradisi ini memiliki solidaritas yang kuat, dan menciptakan relasi saling memberi dan menerima antar warga agar suatu pekerjaan yang berat untuk mengerjakan rumah menjadi lebih ringan. Perbedaan dari kedua tradisi ini pun terletak pada cara dan proses pelaksanaan, karena sistem kontruksi, bahan dasar, dan tata ruang serta fungsi yang berbeda.
- Upacara Fangnea Kidabela, Pulau Tanimbar
Upacara Fangnea Kidabela diimplementasikan dalam bentuk pentas seni tari kebesaran Tanimbar, yaitu tnabar ila’a, untuk mengisahkan kembali sejarah asal mula dibentuknya persekutuan Kidabela antar dua kampung atau lebih.
Upacara ini dilakukan untuk memperkokoh hubungan sosial masyarakat Tanimbar dalam wadah persaudaraan dan persekutuan agar tidak mudah terpecah belah karena adanya konflik.
- Budaya Hawear (sasi), Pulau Kei
Budaya Hawear (sasi) adalah salah satu bentuk larangan pengambilan sumber daya alam, baik darat maupun laut, dalam kurun waktu tertentu, sehingga memungkinkan sumber daya alam dapat tumbuh, berkembang, dan dilestarikan. Di mana dulunya, budaya ini dilakukan oleh raja-raja Maluku.
Budaya Hawear atau biasa disebut dengan sasi, dilakukan agar ketika datang waktu panen, hasil pertanian atau kelautan dapat dipanen bersama-sama, sehingga masyarakat benar-benar merasakan hasil kerja keras yang mereka lakukan.
- Tradisi Patahari dan Pinamou, Pulau Seram
Tradisi Patahari adalah tradisi yang digelar kepada anak laki-laki yang sudah dewasa atau yang berumur sekitar 15 sampai 17 tahun, dengan sebuah upacara penyematan kain berang (kain berwarna merah) yang diikatkan di kepala oleh warga setempat, yang disebut “karanunu”.
Sedangkan tradisi Pinamou merupakan tradisi yang digelar untuk anak perempuan yang akan tumbuh dewasa, dengan tanda jika perempuan tersebut sudah mendapatkan menstruasi pertamanya. Tradisi ini akan dijalani oleh anak perempuan dengan cara mengasingkan diri dari keluarga dan masyarakat atau disebut dengan Posune.
Tradisi dari masing-masing pulau di Kepulauan Maluku ini memang bisa membuat banyak orang penasaran akan keunikannya.
Source:
beritabeta.com
republika.co.id
tribatanews.polresmtb.com
rifdasicewekgaul.blogspot.com
koreri.com