4 Tradisi Unik Daerah Indonesia yang Menggunakan Ayunan Tradisional
Indonesia tak hanya terkenal dengan keeksotisan dan keindahan alamnya saja tetapi juga terkenal dengan tradisi, seni dan budayanya yang unik sekaligus jadi daya tarik pariwisata. Lebih hebatnya, masyarakat Indonesia sendiri juga masih tetap melestarikan adat budayanya di tengah gempuran modernisasi.
Buktinya, sampai saat ini kita masih bisa melihat banyak tradisi unik adat budaya dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Kita juga dapat melihat bagaimana tradisi-tradisi tersebut dilestarikan dan hidup berdampingan dengan masyarakat.
Salah satu tradisi unik yang ada di Indonesia adalah tradisi dengan memainkan ayunan tradisional. Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi permainan ayunan tradisional dengan jenis ayunan yang berbeda-beda. Selain itu, permainan ayunan tradisional ini memiliki arti sesuai dengan tradisi di daerah tersebut.
Penasaran tradisi apa saja yang memainkan ayunan tradisional? Yuk, langsung dibaca, ya, SoDest!
1. Tradisi Ayunan Mattojang
sumber : bobo.grid.id
Mattojang adalah permainan ayunan tradisional yang cukup ekstrem karena tingginya bisa mencapai 10 meter. Kata Mattojang berasal dari kata tojang yang artinya ayunan. Masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan mengartikan Mattojang sebagai permainan berayun-ayun.
Mattojang ini bisa dijumpai di desa-desa Sulawesi Selatan yang masih mempertahankan tradisi pesta panen. Di pesta panen inilah, budaya permainan Mattojang ini dihadirkan. Biasanya diiringi permainan pencak silat dan mappadendang atau tumbuk lesung, yang melahirkan irama tertentu sehingga pesta panen pun lebih meriah.
Ayunan tradisional ini berdiri di atas 4 tiang kayu, sedangkan dudukan ayunannya berada setinggi 1,20 meter di atas tanah. Pemain Mattojang yang naik ke ayunan dilengkapi dengan ikat pengaman di pinggangnya. Agar bisa berayun-ayun di udara, untuk menekannya juga pakai tali yang dikendalikan dua orang yang memegang masing-masing ujung tali.
Baca juga : Ada Berbagai Macam Suku: Ini 5 Tradisi Setiap Suku di Sulawesi Tenggara yang Harus Kamu Tahu!
2. Tradisi Ayunan Baayun Mulud
sumber : santossalam.blogspot.com
Tradisi ayunan Baayun Mulud adalah kegiatan mengayun bayi atau anak sambil membaca syair maulid yang dilakukan oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Baayun Mulud dilaksanakan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Robiul Awal.
Tradisi ini berasal dari kata baayun (Bahasa Banjar) yang berarti mengayun bayi (seperti saat akan menidurkannya), dan kata mulud dari kata Milad (Bahasa Arab) yang berarti hari lahir. Baayun Mulud digelar dengan harapan agar saat dewasa nanti, sang anak bisa mengikuti ahlak Nabi Muhammad SAW serta mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Sebelum pelaksanaan Baayun Mulud, masyarakat harus menyiapkan tiga lapis kain. Lapisan pertama berupa kain sarigading, lapisan kedua berupa kain kuning, dan lapisan ketiga berupa kain bahalai. Di bagian tali ayunan dihiasi dengan janur berbentuk burung, ular, bunga, halilipa (lipan), ketupat bangsur, dan sebagainya. Setiap keluarga juga harus menyiapkan piduduk (mahar) berupa sasanggan yang berisi beras, gula, banang, jarum, garam, hingga uang receh.
3. Tradisi Ayunan Maapere

sumber : kaskus.co.id
Usai sambut panen raya, ratusan petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menggelar tradisi Mappere atau berayun setinggi 15 meter. Tradisi ini digelar sebagai simbol rasa syukur atas kelimpahan panen dan juga sebagai ajang silaturahim warga. Mappere atau berayun setinggi 15 meter terbilang cukup unik. Pasalnya, tali ayunan ini terbuat dari kulit kerbau yang dikeringkan hingga membentang 100 meter.
Tradisi ini diawali dengan penyembelihan seekor kerbau yang nantinya akan disajikan kepada seluruh warga. Selain itu, kulit kerbau ini dikupas memanjang seperti tali sepanjang 100 meter. Kulit kerbau itulah yang kemudian dibuat menjadi tali ayunan.
Sebelum Mappare dimulai, terlebih dahulu para pemuka adat menggelar ritual untuk meminta keselamatan bagi para gadis yang akan diayun. Gadis yang harus menaiki ayunan ini merupakan para kembang desa, yang telah dipilih sebelumnya.
Saat memulai tradisi tersebut delapan orang pemuda membantu para gadis berayun dengan menggunakan tali dari kiri ke kanan untuk meninggikan ayunan. Para gadis yang berayun di ayunan tersebut membuat para penonton terpukau karena ternyata para gadis tersebut melayang-layang diatas ketinggian 15 meter tanpa menggunakan pengaman melainkan hanya menggunakan baju adat atau 'Baju Bodo'.
Baca juga : Uniknya Tradisi Kawin Culik Suku Sasak di Desa Sade
4. Tradisi Mayunan Bali
sumber : travel.wego.com
Salah satu desa di Bali yaitu Desa Tenganan memiliki tradisi unik yaitu tradisi dengan memainkan ayunan bianglala. Tradisi bermain ayunan di desa Tenganan ini disebut dengan tradisi Mayunan.
Ayunan bianglala ini hanya dapat dinaiki oleh delapan gadis (daha) yang telah beranjak dewasa dengan mengenakan kain tradisional berwarna keemasan. Ayunan yang diletakkan di halaman desa tersebut digerakkan oleh dua orang pemuda yang disebut dengan truan.
Tradisi Ayunan khas Tenganan ini merupakan rangkaian upacara Usabha Sambah yang dilakukan setiap bulan kelima kalender Tenganan yang biasanya jatuh pada bulan Juni atau Juli untuk memohon keselamatan kepada Tuhan.
Prosesi ayunan ini melambangkan kehidupan yang terus berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Ayunan besar yang digunakan dalam prosesi tersebut adalah warisan nenek moyang yang tidak boleh sembarangan dimainkan. Setelah dipasang, ayunan harus diupacarakan terlebih dahulu.
Nah, itu dia 4 tradisi di Indonesia yang menggunakan permainan ayunan tradisional sebagai salah satu bagian dalam tradisinya. Sudah seharusnya kita bangga dengan tradisi-tradisi budaya yang tersebar di wilayah nusantara dan penting bagi kita untuk melestarikan dan mempelajari nilai-nilai sekaligus makna yang terkandung di dalamnya.
Sampai jumpa di artikel Kreen selanjutnya, ya SoDest, semakin kita tahu kekayaan budaya Indonesia, semakin kita cinta dan dapat melestarikannya. Peace out!
Sumber :
bobo.grid.id
merdeka.com
travel.oke.zone
pariwisataindonesia.id
tribbunnews.com