4 Tempat Wisata Alam dan Konservasi Satwa Liar di Lampung
Lampung dikenal sebagai model kawasan konservasi berbasis lanskap di Sumatra. Di mana, terdapat dua taman nasional di provinsi ini, yaitu Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Way Kambas. Selain dua taman nasional tersebut, juga terdapat tempat konservasi satwa liar lainnya, yaitu Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), dan wisata alam keluarga, yaitu Taman Lembah Hijau. Lalu, aktivitas apa saja yang bisa dilakukan wisatawan di 4 wisata alam dan konservasi satwa liar tersebut?
- Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)
TNBBS memiliki luas sekitar 355.511 hektar, dan 17.280 hektar merupakan Cagar Alam Bukit Barisan Selatan. TNBBS membentang dari ujung selatan Lampung (Kabupaten Tanggamus, Lampung barat, dan Pesisir barat) hingga ke Provinsi Bengkulu bagian utara (Kabupaten Kaur). Bukit Barisan Selatan merupakan salah satu dari tiga taman nasional di Sumatra yang mendapat penghargaan bergengsi UNESCO pada tahun 2004, sebagai Tropical Rainforest Heritage of Sumatra.
Meskipun masuk dalam taman nasional, tidak semua kawasan ini tertutup, sehingga para wisatawan pun dapat berkunjung. Di mana, terdapat lima kawasan yang bisa dinikmati oleh wisatawan, yaitu Resort Sukaraja Atas dengan air terjun dan beragam fauna (tarsius dan aneka burung) dan flora (bunga rafflesia arnoldi) yang dilindungi, Taman Wisata Alam Pemerihan dengan pantainya yang indah (surfing, snorkeling diving, berlayar, ataupun berjemur matahari), Danau Suoh yang terbentuk secara alami, Kubu Perahu dengan perbukitan yang dikelilingi sungai dan hutan serta pohon-pohon raksasa yang telah berusia ratusan tahun, dan wisatawan juga bisa mengamati burung serta patroli bersama gajah.
- Taman Nasional Way Kambas (TNWK)
TNWK terkenal sebagai tempat konservasi gajah Sumatra yang merupakan hewan asli Pulau Sumatra. Taman nasional ini memiliki luas sekitar 125.631 hektar yang terletak di tenggara Pulau Sumatra. Ekosistemnya berupa hutan hujan dataran rendah, rawa, hutan pantai, hingga mangrove. TNWK bukan hanya rumah bagi gajah Sumatra, tetapi juga binatang yang dilindungi lainnya, seperti beruang madu, badak Sumatra, Harimau Sumatra, rusa sambas, kijang, kucing emas, dan beberapa hewan lainnya yang terancam punah.
Di TNWK ini para wisatawan dapat melihat lebih dekat tentang proses penangkaran satwa. Yang dimulai pada pagi hari, wisatawan bisa melihat gajah-gajah Sumatra mandi. Di sore hari, wisatawan dapat menikmati atraksi menarik yang disuguhkan oleh gajah-gajah Sumatra, seperti mengusung kayu, membajak sawah, serta sirkus. Lalu, di akhir pekan, wisatawan juga bisa menikmati pertandingan bola antargajah.
- Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC)
TWNC mencakup 48.153 hektar hutan yang merupakan bagian dari 365.000 hektar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan sekitar 14.089 hektar suaka laut. TWNC yang berada di ujung selatan Pulau Sumatra ini merupakan daerah yang sangat terpencil, sehingga ideal untuk perlindungan satwa liar. Di mana, kawasan TNWC ini masih tertutup hutan dengan baik, yang terdiri dari hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, hutan mangrove, danau dan rawa air tawar, serta hutan sekunder dataran rendah.
TWNC menjadi surga bagi satwa langka, di mana populasi harimau Sumatra tertinggi di dunia berada di kawasan konservasi ini. Selain diperuntukkan bagi satwa liar yang terancam punah, TNWC juga menjadi tempat pariwisata dengan menonjolkan eco-tourism terbatas. Daerah yang digunakan untuk kegiatan wisata alam ini tidak lebih dari 100 hektar, antara lain daerah Belimbing, Danau Menjukut, Belubuk, dan Tanjung Mas.
- Taman Lembah Hijau
Taman Lembah Hijau merupakan tempat wisata yang memadukan rekreasi, nuansa kesegaran alam nan hijau, dan pengetahuan. Taman ini berdiri di atas kawasan lembah dengan luas 30 hektar, di mana terdapat berbagai wahana dan sarana rekreasi keluarga menarik, mulai dari yang bernuansa hiburan, ilmu pengetahuan alam, hingga petualangan.
Selain itu, Taman Lembah Hijau juga memiliki kebun binatang dengan pengelolaan yang terbaik di Sumatra. Gajah Sumatra yang berasal dari Way Kambas, siap menyambut wisatawan yang berkunjung dengan atraksinya, safari keliling, serta arena panggung hiburan yang menampilkan satwa-satwa pintar, seperti orang utan, burung, dan berang-berang.
Itulah 4 wisata alam dan konservasi satwa liar di Lampung yang bisa SoDestKreen kunjungi bersama keluarga ataupun teman-teman. Tidak hanya sekadar rekreasi, tapi keempat wisata ini juga menjadi tempat edukasi, terlebih mengenai satwa liar yang dilindungi. Jadi, kapan lagi SoDest bisa berwisata sambil belajar dengan nuansa alam yang sejuk dan segar? Dengan SoDest mengunjungi tempat wisata alam dan konservasi ini, SoDest pasti akan lebih menyayangi alam sekitar dengan seisinya!
Mau tahu informasi lebih lanjut tentang destinasi wisata alam dan konservasi satwa liar di Provinsi Lampung? Yuk segera daftar webinar Lampung: Tourism in Nature and Wildlife Conservations, secara gratis! Dengan daftar di aplikasi KREEN, download aplikasinya di Play Store atau klik di bawah ini …
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.kreen.android.app
Source:
Seputarlampung.pikiran-rakyat.com
greatnesia.id
tripadvisor.co.id
m.lampost.co
https://www.mongabay.co.id/2020/07/10/lampung-model-kawasan-konservasi-berbasis-lanskap-di-sumatera/
https://travel.tempo.co/read/1299648/ke-taman-nasional-bukit-barisan-selatan-ini-5-destinasi-wajib
https://www.batiqa.com/id/hotels/lampung/read-article/way-kambas
https://dinaspariwisata.lampungprov.go.id/halaman/detail/lembah-hijau