3 Rumah Adat Maluku dengan Keunikannya
Maluku menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki rumah adat dengan keunikan arsitekturnya.
Rumah adat inilah yang biasanya digunakan untuk berbagai acara, seperti tempat perkumpulan, tempat ibadah, atau acara lainnya. Dan inilah 3 rumah adat Maluku yang harus kamu ketahui.
- Rumah Adat Baileo
Rumah Baileo merupakan representasi utama dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi masyarakat Maluku, yaitu sebagai tempat diskusi bagi para tetua adat dalam membahas isu-isu penting terkait warga mereka.
Rumah Baileo ini dibangun dengan model rumah panggung, tanpa menggunakan dinding sama sekali. Keunikan lainnya dari rumah ini, terletak dari sisi filosofisnya, yaitu sebuah tanda penghormatan bagi para arwah leluhur agar mereka bebas keluar-masuk bangunan rumah adat Baileo.
- Rumah Adat Sasadu
Rumah adat Sasadu adalah karya asli masyarakat Suku Sahu yang sudah tinggal sejak lama di Halmahera. Model rumah ini, berbeda dengan model rumah Baileo, di mana rumah ini bukan bermodel panggung, walaupun fondasinya berbentuk tiang-tiang. Namun, masih terdapat kesamaan, yaitu sama-sama tanpa dinding.
Filosofi dari rumah adat Sasadu ini, yaitu pertama bagian bahwa rumah Sasadu dibuat lebih pendek dari bagian langit-langitnya, yang mengartikan keterbukaan dan penghargaan kepada setiap orang yang datang ke Maluku telah patuh dan menghormati aturan setempat. Kedua, bagian ukiran di atap rumah yang menyerupai sebuah perahu, yang melambangkan kebanggaan masyarakat Maluku yang suka melaut.
- Rumah Adat Hibualamo
Secara etimologis, Hibualamo berasal dari dua kata, yaitu hibua yang berarti rumah, dan lamo yang berarti besar. Sejarah rumah ini sudah ada sejak 600 tahun lalu. Bentuk dari rumah ini mirip dengan perahu, yang mencerminkan kebudayaan maritim Suku Tobelo dan Galela.
Fungsi rumah ada Hibualamo ini adalah sebagai pusat kegiatan masyarakat, sekaligus tempat mempersatukan sepuluh Hoana (suku) yang ada di Halmahera, Pulau Morotai, dan Loloda. Selain itu, rumah ini juga sering digunakan untuk upacara adat saat memasuki masa panen atau masa tanam.
Kurang lengkap jika kamu berkunjung ke Maluku, kalau belum memasuki rumah adatnya dan mengetahui keunikannya.
Source:
budaya-indonesia.org
travel.detik.com
99.co